Penggambutan
dan Genesa Metana Biogenik
Oleh : Johanes Cevin Ginting
Penggambutan dan Genesa Metana
Biogenik, Penggambutan merupakan proses awal dari pembentukan batubara (Genesa
Batubara) dimana batubara itu endapan senyawa organik karbon yang terbentuk
secara alamiah dari sisa tumbuhan. Penggambutan ini memiliki syarat agar
terjadi yaitu dengan adanya, cekungan sebagai tempat atau wadah sisa-sisa
tumbuhan untuk mengalami pelapukan atau Peatification
terdiri dari Humification dan Gelification dimana senyawa organik dan
bakteri berperan dalam menggambutkan. Syarat berikutnya yaitu tumbuhan itu
sendiri, sebagai bahan yang akan digambutkan. Air komponen alam yang menjadi
media pengawetan sisa-sisa

tumbuhan.
Syarat yang terakhir ialah kesetimbangan biotektonik.
Gambut itu seperti tanah biasa
atau sedimen organik yang dapat terbakar, berasal dari tumpukan hancuran atau
bagian tumbuhan yang terhumifikasi dalam kondisi tertutup udara (dibawah air),
tidak padat, kandungan air lebih dari 75% (berat) dan kandungan mineral lebih
kecil dari 50% dalam kondisi kering.
Genesa Metana Biogenik, senyawa
berupa gas ini terbentuk saat proses batubara itu terbentuk. Ada beberapa
faktor Gas Biogenik ini terbentuk yaitu, Temperatur, Keasaman (pH), Luas permukaan,
dan kandungan Sulfur. Faktor temperatur kenaikan 22-38oC akan menaikkan produksi metana
300%. Keasaman, Ph 7,4 ke 6,4 menaikkan 600% produksi metana. Luas permukaan,
semakin luas maka produksi metana juga besar. Sulfur, faktor yang akan
menghambat aktivitas bakteri metanogenik sehingga produksi gas metana tidak
maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar