Jumat, 05 Oktober 2018

Sebelumnya semua orang mengenal logam Emas, Tetapi mereka tidak tahu emas berasal dari mana. Benar kan? Nah Genesa Bahan Galian ini akan menunjukkannya. Manusia Paleolitik yang hidup 100.000 hingga 7000 tahun sebelum Masehi baru hanya mengenal 13 jenis mineral saja teman-teman, tetapi saat itu mereka tidak tahu mana logam dan mana yang bukan logam. Seiring zaman manusia Neolitik sampai manusia yang lebih maju peradaban nya terus mengenal dan mencari tahu mineral. 
       Bangsa Yunani kuno mulai menambang Emas dan perak yang terdapat di urat atau vein kuarsa pada batuan keras pada tahun 2500 sampai 356 tahun sebelum Masehi..... Lama juga ya.... Nah berarti kita sebagai Teknik Kebumian harus tahu dong...
Akhirnya filosof mendapatkan berbagai macam logam, kemudian diamati dan akhirnya membuat Teori atau Terminologi. Teori Kuna yang berhasil dirangkum oleh Van Cotta (1859) ada 3 prinsip utamanya untuk menjelaskan terjadinya bijih di alam yang akhirnya di ikuti muridnya yaitu :
1. Teori DISENSIONIS, menyatakan endapan bijih itu berasal dari air permukaan yang meresap kedalam bumi kemudian dipanaskan secara alami, mengakibatkan logam yang terdapat pada batuan larut dan masuk ke celah-celah batuan (fracture).
2. Teori Sensionis, mengatakan bahwa endapan bijih berasal dari cairan yang ada hubungannya dengan kegiatan magma yang naik ke atas, kemudian mengendapkan bijih pada dinding dan celah.
3. Teori Pemisahan Sekresi LATERAL, yang mengatakan bahwa bijih terbentuk karena adanya sekresi yang berjalan secara mendatar.

Teori itu berkembang seiring waktu dan Teknologi kemudian Genesa Bahan Galian akan banyak mengenal berbagai logam yang ada di Bumi.
GENESA BAHAN GALIAN MINERAL LOGAM DAN GANGUE MINERAL • Logam Emas (Gold) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Native Gold (Emas Murni) 2. Rumus Kimia : Au 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Kuning Emas 5. 6. Mineral Asosiasi Komoditi Utama : Pirit, kalkopirit, galenit, stibnit, tetraherdit, sfalerit, arsenopirit, dan molybdenit : Emas (Au) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada urat kuarsa, umum didapatkan bersama dengan perak dan tembaga yang merupakan hasil dari mineralisasi. Endapan terdapatnya emas pada endapan Epithermal atau Porfiri dan endapan emas Mesothermal. Jalur yang memanjang dari ujung utara Sumatera, membujur di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera sampai ke Jawa Deskripsi : 1. Nama Mineral : Calaverite 2. Rumus Kimia : AuTe2 3. Sistem Kristal : Prismatik 4. Warna : Kuning Emas 5. Mineral Asosiasi : Emas Pirit, Kalkopirit, Galenit, Stibnit, Tetraherdit, Sfalerit, Arsenopirit, dan Molybdenit 6. Komoditi Utama : Emas (Au) 7. Genesa/Keterdapatan : Dapat terjadi sebagai endapan Hidrothermal yang secara genetik berhubungan dengan industri batuan beku asam hasil mineralisasi. Jalur yang memanjang dari ujung utara Sumatera, membujur di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera sampai ke Jawa. 1. Nama Mineral : Sylanit 2. Rumus Kimia : (Au,Ag)Te2 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Perak sampai Kuning Emas 5. Mineral Asosiasi : Emas, Cavalerit, Pirit, Kalkopirit, Galenit, Stibnit, Tetraherdit, Sfalerit, Arsenopirit, dan Molybdenit 6. Komoditi Utama : Emas (Au), Perak (Ag), Telerium (Te) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada urat kuarsa (Hidrothermal bersuhu Rendah, umum didapatkan bersama dengan perak dan tembaga yang merupakan hasil dari mineralisasi. Endapan terdapatnya emas pada endapan Epithermal atau Porfiri dan endapan emas Mesothermal. Jalur yang memanjang dari ujung utara Sumatera, membujur di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera sampai ke Jawa. • Silver (Perak) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Native silver 2. Rumus Kimia : Ag 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Putih Perak (Silver) 5. Mineral Asosiasi : Sulfida-sulfida timbal, tembaga, arsen, antimon, besi, dan air raksa. 6. Komoditi Utama : Perak (Ag) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan basalt vulkanik, yang merupakan hasil dari mineralisasi. Endapan terdapatnya emas pada endapan Epithermal atau Porfiri dan endapan emas Mesothermal. Jalur yang memanjang dari ujung utara Sumatera, membujur di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera sampai ke Jawa. 1. Nama Mineral : Argentite 2. Rumus Kimia : Ag2S 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Hitam Perak (Silver) 5. Mineral Asosiasi : Native silver, cerrusite, choloragyrite, Sulfida-sulfida timbal, tembaga, arsen, antimon, besi, dan air raksa. 6. Komoditi Utama : Perak (Ag) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan basalt vulkanik, yang merupakan hasil dari mineralisasi. Endapan terdapatnya emas pada endapan Epithermal atau Porfiri dan endapan emas Mesothermal. Jalur yang memanjang dari ujung utara Sumatera, membujur di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera sampai ke Jawa. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Cerargyrite 2. Rumus Kimia : AgCl 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Putih abu-abu, abu-abu kekuningan. 5. Mineral Asosiasi : Native silver, cerrusite, argentite, choloragyrite, Sulfida-sulfida timbal, tembaga, arsen, antimon, besi, dan air raksa. endapan Epithermal atau Porfiri dan endapan emas Mesothermal. Jalur yang memanjang dari ujung utara Sumatera, membujur di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera sampai ke Jawa. • Iron (Besi) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Magnetite 2. Rumus Kimia : FeO.Fe2O3 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Hitam. 5. Mineral Asosiasi : Korondum, nikel, karbonat, hematite, belerang, alumina, dan titanium. 6. Komoditi Utama : Besi (Fe) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan beku ekstrusif mafik dan ultramafik, yang merupakan hasil dari mineralisasi. 8. Manfaat : Perhiasan, konstruksi dan instrumen saintifik. Sumatera dan Jawa 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Hematite 2. Rumus Kimia : Fe2O3 3. Sistem Kristal : Hexagonal 4. Warna : Hitam. 5. Mineral Asosiasi : Korondum, nikel, karbonat, magnetite, belerang, alumina, dan titanium. 6. Komoditi Utama : Besi (Fe) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan beku, yang merupakan hasil dari mineralisasi. Endapan terdapatnya besi berasal dari proses disperse kimiawi badan bijih yang bereaksi dengan air. Sumatera dan Jawa Deskripsi : 1. Nama Mineral : Limonite 2. Rumus Kimia : Fe2O3. H2O 3. Sistem Kristal : Amorf 4. Warna : Kuning, cokelat kemerahan 5. Mineral Asosiasi : Pirit, siderite, markasit, karbonat, magnetite, belerang, alumina, dan titanium. 6. Komoditi Utama : Besi (Fe) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada zona oksidasi endapan besi atau mineral Residual. Sulawesi 8. Manfaat : Perhiasan, konstruksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Siderite 2. Rumus Kimia : Fe2CO3 3. Sistem Kristal : Hexagonal 4. Warna : Kuning Pucat, cokelat gelap 5. Mineral Asosiasi : Korondum, nikel, karbonat, magnetite, belerang, alumina, dan titanium. 6. Komoditi Utama : Besi (Fe) 7. Genesa/Keterdapatan : Urat Hidrothermal bersuhu rendah. Pulau Sumatera dan Jawa. 8. Manfaat : Perhiasan, konstruksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Copper (Tembaga) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Native Copper (Tembaga Murni) 2. Rumus Kimia : Cu 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Merah Tembaga, Cokelat 5. Mineral Asosiasi : Pirit, kalkopirit, perak, kalsit, malasit, galenit, stibnit, tetraherdit, sfalerit, arsenopirit, dan molybdenit 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah. Endapan yang terbentuk dari hasil metasomatik kontak dan yang langsung dipisahkan dari magma sangat sedikit dan hampir tidak berarti. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua Deskripsi : 1. Nama Mineral : Bronite 2. Rumus Kimia : Cu5FeS4 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Ungu, Cokelat 5. Mineral Asosiasi : Pirit, kalkopirit, perak, kalsit, malasit, galenit, stibnit, tetraherdit, sfalerit, arsenopirit, dan molybdenit 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah. Pada batuan mafik sebagai mineral segregasi magmatik. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua Deskripsi : tetraherdit, sfalerit, arsenopirit, azurit dan molybdenit 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah. Pada batuan mafik sebagai mineral segregasi magmatik. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Chalcocite 2. Rumus Kimia : Cu2S 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Hitam, abu-abu kehijauan. 5. Mineral Asosiasi : Pirit, cupritr, kalkopirit, perak, kalsit, malasit, galenit, stibnit, tetraherdit, sfalerit, arsenopirit, azurit dan molybdenit 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah. Pada zona oksidasi endapan tembaga sulfida. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 4. Warna : Kuning gelap. 5. Mineral Asosiasi : Pirit, cupritr, kalkopirit, perak, kalsit, malasit, galenit, 6. Komoditi Utama stibnit, tetraherdit, dan sfalerit. : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah dala suhu yang tinggi. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Chovellite 2. Rumus Kimia : CuS 3. Sistem Kristal : Heksagonal 4. Warna : Biru gelap, hitam. 5. 6. Mineral Asosiasi Komoditi Utama : Pirit, cupritr, kalkopirit, perak, kalsit, malasit, galenit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan sfalerit. : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah dala suhu yang tinggi pada zona oksidasi endapan tembaga sulfida. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 5. Mineral Asosiasi : Azurit, tenorite, native copper, perak, kalsit, malasit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan sfalerit. proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah dala suhu yang tinggi pada zona oksidasi endapan tembaga. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Digenite 2. Rumus Kimia : Cu9S5 3. Sistem Kristal : Trigonal 4. Warna : Biru – Gelap, Hitam. 5. Mineral Asosiasi : Azurit, tenorite, native copper, perak, kalsit, malasit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan chovellit. 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah dala suhu yang tinggi pada zona oksidasi endapan tembaga sulfida. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. 1. Nama Mineral : Enargite 2. Rumus Kimia : 3Cu2S.As2S5 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Biru – Gelap, Hitam. 5. Mineral Asosiasi : Azurit, tenorite, native copper, perak, kalsit, malasit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan chovellit. 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah dala suhu yang sedang (medium) pada zona oksidasi endapan tembaga sulfida. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Malachite 2. Rumus Kimia : CuCO3Cu.(OH)2 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Hijau emerlad. 5. Mineral Asosiasi : Azurit, tenorite, native copper, kalsit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan chovellit. 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah pada zona oksidasi endapan tembaga. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. 1. Nama Mineral : Azuriteite 2. Rumus Kimia : 2CuCO3Cu.(OH)2 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Biru. 5. Mineral Asosiasi : Tenorite, native copper, kalsit, malasit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan chovellit. 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah pada zona oksidasi endapan tembaga. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Chrysocolla 2. Rumus Kimia : CuSiO32H2O 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Hijau terang atau kebiruan. 5. Mineral Asosiasi : Azurite, native copper, kalsit, malasit, stibnit, tetraherdit, cuprite, dan chovellit. 6. Komoditi Utama : Tembaga (Cu) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari larutan Hidrothermal dan proses penggantian, lebih dominan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh proses pengisian celah- celah pada zona oksidasi endapan tembaga. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. • Timbal (Lead) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Galena 2. Rumus Kimia : PbS 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Abu-abu - Hitam. 5. Mineral Asosiasi : Pyrite, enargite, digenite, chalcosite, mineral sulfide. 6. Komoditi Utama : Timbal (Pb) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari hasil metasomatik kontak, pengisisan celah ataupun diakibatkan oleh penggantian. Endapan Hidrothermal bersuhu sedan atau medium. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Cerrusite 2. Rumus Kimia : PbCO3 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Putih 5. Mineral Asosiasi : Galena, sphalerite, anglesite, smithsonite, pyromorphite, goethite. 6. Komoditi Utama : Timbal (Pb) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari hasil metasomatik kontak, pengisisan celah ataupun diakibatkan oleh penggantian. Endapan Hidrothermal zona oksidasi Timbal, bersuhu sedan atau medium. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. 1. Nama Mineral : Anglesite 2. Rumus Kimia : PbSO4 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Putih, bening, dan abu-abu 5. Mineral Asosiasi : Galena, sphalerite, cerrusite, hemimorphite smithsonite, pyromorphite, goethite. 6. Komoditi Utama : Timbal (Pb) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari hasil metasomatik kontak, pengisisan celah ataupun diakibatkan oleh penggantian. Endapan Hidrothermal zona oksidasi Timbal, bersuhu sedan atau medium. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. • Seng (Zinc) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Smithsonite 2. Rumus Kimia : ZnCO3 3. Sistem Kristal : Trigonal 4. Warna : Kuning, putih, abu-abu, ungu, merah 5. Mineral Asosiasi : Kalsit, malasite rhosatit, hemimorfit, hydrozineite. 6. Komoditi Utama : Seng (Zn) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang berasal dari hasil metasomatik kontak, Endapan Hidrothermal zona oksidasi seng. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Deskripsi : 1. Nama Mineral : Zincite 2. Rumus Kimia : ZnO 3. Sistem Kristal : Heksagonal 4. Warna : Putih, abu-abu, ungu, merah 5. Mineral Asosiasi : Zincrosazite, smithzonite, hydrozincite . 6. Komoditi Utama : Seng (Zn) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan metasomatik, metamorf perkambrium seng, mangan, dan besi. Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. • Timah (Tin) Deskripsi : daerah sentuhan dan pada batuan endapan malih dengan jenis terutama di Tikus di bagian barat pulau Belitung. Endapan timah sekunder, berasal dari endapan primer yang mengalami pelapukan, dan hasil rombakannya kemudian di endapkan disuatu tempat yang tidak jauh. 1. Nama Mineral : Stannite 2. Rumus Kimia : Cu2S.FeS.Sn2 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Hitam 5. Mineral Asosiasi : Chalcopyrite, sphalerite, tetraherite, arsenopyrite, pyirite, cassiterite, wolframite. . 6. Komoditi Utama : Timah (Sn) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan timah primer terdapat pada batuan granit dan daerah sentuhan dan pada batuan endapan malih dengan jenis terutama di Tikus di bagian barat pulau Belitung. • Nikel (Nickel) Deskripsi : 1. Nama Mineral : Pentlandite 2. Rumus Kimia : (Fe,Ni)S 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Cokelat kemerahan 5. Mineral Asosiasi : Pyrrhotite, chalcopyrite, pyrite, biotite, nickeline 6. Komoditi Utama : Nikel (Ni) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada jenis batuan beku ultra basa mengandung nikel dalam jumlah yang relative seikit, tetapi dalam lingkungan tropis dan sub tropis batuan tersebut akan lapuk. Pomalla dan Soroako di Sulawesi Tenggara. 1. Nama Mineral : Garnierite 2. Rumus Kimia : H2(Ni,Mg)SiO3.H2O 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Hijau 5. Mineral Asosiasi : Serpentine, talc, sepiolite, smectite, chlorite 6. Komoditi Utama : Nikel (Ni) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada jenis batuan beku ultra basa mengandung nikel dalam jumlah yang relative seikit, tetapi dalam lingkungan tropis dan sub tropis batuan tersebut akan lapuk. Pomalla dan Soroako di Sulawesi Tenggara. • Chromium Deskripsi : 1. Nama Mineral : Chromite 2. Rumus Kimia : FeO.Cr2O3 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Hitam 5. Mineral Asosiasi : Serpentine, calcite, chlorite, talc, olivine, magnetite, uvarovite. 6. Komoditi Utama : Khrom (Cr) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan peridotit sebagai urat-urat, lensa- lensa atau terhambur (disseminated) kemudian dikonsentrir sebagai bijih detritus (detrital deposit) dan akan mengalami residual. Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah. • Manganese (Mangan) Deskripsi : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Psilomelane 2. Rumus Kimia : Mn2O3.xH2O 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Hitam logam 5. Mineral Asosiasi : Braunite, rutile, argutit, manganosit, dan manganit 6. Komoditi Utama : Mangan (Mn) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan mangan zona di bawah kondisi oksidasi dan pH tinggi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi Deskripsi : 1. Nama Mineral : Braunite 2. Rumus Kimia : 3Mn2O3.MnSiO3 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Hitam kecokelatan, dan abu-abu 5. Mineral Asosiasi : Psilomelan, pirolusite, rutile, argutit, manganosit, dan manganit 6. Komoditi Utama : Mangan (Mn) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan hasil metamorphosis mangan dan hasil residual. Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : • Aluminium Deskripsi : 1. Nama Mineral : Bauxite 2. Rumus Kimia : Al2O3.2H2O 3. Sistem Kristal : Amorf 4. Warna : Cokelat kemerhan 5. Mineral Asosiasi : Gibbsite, boehmite, diaspora, gheotite 6. Komoditi Utama : Aluminium (Al) 7. Genesa/Keterdapatan : Endapan yang terbentuk karena pelapukan mineral alumina. Pelapukan serpih pelitik yang sudah berubah menjadi hornfelspanitik karena metamorfosansentuh sebagai akibat intrusi granitik • Antimony (Antimon) Deskripsi : • Bismuth Deskripsi : 1. Nama Mineral : Bismuthinite 2. Rumus Kimia : Bi2S3 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Abu-abu lead 5. Mineral Asosiasi : Cassiterite, dan kuarsa 6. Komoditi Utama : Bismuth (Bi) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat didalam fissure vein dan replacement dari larutan hydrothermal. 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Cobalt (Kobalt) Deskripsi : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Cobaltite 2. Rumus Kimia : CoAsS 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Abu-abu lead, putih kemerahan, dan abu-abu ungu 5. Mineral Asosiasi : Cobaltite, trogtalite, kieftite, freboldite 6. Komoditi Utama : Cobalt (Co) 7. 8. Genesa/Keterdapatan Manfaat : Terdapat pada endapan Hidrothermal bersuhu tinggi, vein yang kontak dengan batuan metamorf : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Mercury (Air Raksa) Deskripsi : lain pada serpih, dan batugamping, terkadang pada batu sabak. • Molybdenum (Molibdenum) Deskripsi : Deskripsi : • Tungsten Deskripsi : 1. Nama Mineral : Wolframite 2. Rumus Kimia : (Fe,Mn)WO4 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Hitam, dan abu-abu 5. Mineral Asosiasi : Kuarsa, hematite, arsenopyrite, fluorite, apatit, siderrit, dan cassiterite 6. Komoditi Utama : Tungsten 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan beku asam, terjadi pada fase Pneumatolitik Hidrothermal deposit timbal 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Scheelite 2. Rumus Kimia : CaWO4 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Cokelat, kuning, dan putih 5. Mineral Asosiasi : Kuarsa, hematite, muskovit, oligoklas, grosular, epidotit, wolframite, arsenopyrite, fluorite, apatit, siderrit, dan cassiterite • Uranium Deskripsi : 1. Nama Mineral : Pitcblende 2. Rumus Kimia : UO3 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Cokelat, kehitaman 5. Mineral Asosiasi : Coffenite, Uranosilite, kalsolite, orlite, karnotit 6. Komoditi Utama : Uranium (U) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada plutonic hosted 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Carnonite 2. Rumus Kimia : K2O.2UO3 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Kuning 5. Mineral Asosiasi : CoffiniteUranite, uranosilite, kalsolite, orlite, karnotit 6. Komoditi Utama : Uranium (U) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada plutonic hosted 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Oksida Deskripsi : 1. Nama Mineral : Kuarsa 2. Rumus Kimia : SiO2 3. Sistem Kristal : Heksagonal 4. Warna : Putih 5. Mineral Asosiasi : Berlinite 6. Komoditi Utama : Silika (Si) 7. Genesa/Keterdapatan : Di semua lingkungan terbentuknya mineral 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Karbonat Deskripsi : 1. Nama Mineral : Calcite 2. Rumus Kimia : CaCO3 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Cokelat, putih, kuning, orange, merah, hijau 5. Mineral Asosiasi : Sulfide, kuarsa, fluorite, barite, dolomite, siderit 6. Komoditi Utama : Batugamping, marmer 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada lingkungan batuan beku, sedimen, maupun metamorf. Dapat pula ditemukan pada aliran air atau daerah sekitar mata air 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Dolomite 2. Rumus Kimia : (Ca,Mg)CO3 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Cokelat, putih, kuning, orange, merah, hijau 5. Mineral Asosiasi : Sulfide, kuarsa, fluorite, barite, dolomite, siderite, dan mineral bijih metalik 6. Komoditi Utama : Magnesium dan Kalsium 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan sedimen (batuan dolomite) atau gamping. Pada batuan metamorf dengan temperature tinggi dan vein hydrothermal temperature rendah 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Rhodochrosite 2. Rumus Kimia : MnCO3 3. Sistem Kristal : Heksagonal 4. Warna : Merah 5. Mineral Asosiasi : Dolomite, siderite, dan mineral karbonat lainnya 6. Komoditi Utama : Mangan 7. Genesa/Keterdapatan : Terjadi pada daerah oksidasi mangan pada lingkungan sedimentasi 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Sulfat Deskripsi : 1. Nama Mineral : Barite 2. Rumus Kimia : BaSO4 3. Sistem Kristal : Orthorombik 4. Warna : Kuning, orange, cokelat 5. Mineral Asosiasi : Mineral bijih logam 6. Komoditi Utama : Bariumsulfat 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada pasir berat berasal dari zona metamorf antara mengandung silika, marmer, dan batu ultramafik 1. Nama Mineral : Gypsum 2. Rumus Kimia : CaSO4.2H2O 3. Sistem Kristal : Tetragonal 4. Warna : Cokelat, putih, abu-bu 5. Mineral Asosiasi : Sulfide, dan mineral sulfat lainnya 6. Komoditi Utama : Kalsium 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada cebakan batuan beku yang di dalamnya terdapat proses oksidasi deposit sulfida 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : • Silika Deskripsi : 1. Nama Mineral : Feldspar 2. Rumus Kimia : NaAlSi3O8 3. Sistem Kristal : Triklin 4. Warna : Abu-abu terang 5. Mineral Asosiasi : Kuarsa, mika, beril, dan rutile 6. Komoditi Utama : Aluminium, Silika 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada Hidrothermal alpin vein, pada konsistuen besar granit 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Garnet 2. Rumus Kimia : Al3B2(SiO4)3 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Cokelat, ungu 5. Mineral Asosiasi : Mineral silikat lainnya 6. Komoditi Utama : Chlor 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan metamorf yang memiliki derajat metamorfosa tinggi 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Chlorite 2. Rumus Kimia : (MgFe)6-x( AlFe)xSi4-x Alx (OH)10) 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Hijau, abu-abu 5. Mineral Asosiasi : Garnet, biotit, kuarsa, serpentinit, talk 6. Komoditi Utama : Chlor 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada batuan metamorf, di daerah yang memiliki derajat metamorphosis yang tinggi 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Illite 2. Rumus Kimia : (KAl2 (AlSi3O10 (OH)2)) 3. Sistem Kristal : Monoklin 4. Warna : Putih 5. Mineral Asosiasi : Kaolinite dan mineral lempung lainya 6. Komoditi Utama : Lempung 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada daerah alterasi dari aktivitas pelapukan dan hidrothermal 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Fluorite 2. Rumus Kimia : CaF2 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Colorless 5. Mineral Asosiasi : Kuarsa, barit, galena, pirit, kalkopirit 6. Komoditi Utama : Kalsium 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada lapisan bijih hydrothermal dan deposit sedimen 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Pyrite 2. Rumus Kimia : FeS2 3. Sistem Kristal : Isometrik 4. Warna : Kuning, cokelat 5. Mineral Asosiasi : Mineral sulfide dan mineral emas 6. Komoditi Utama : Besi dan Emas (Fe dan Au) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada daerah mineral sulfida 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi : Deskripsi : 1. Nama Mineral : Phyrrotite 2. Rumus Kimia : Fe1-xS 3. Sistem Kristal : Prismatik 4. Warna : Bronze 5. Mineral Asosiasi : Besi dan Sulfur 6. Komoditi Utama : Besi (Fe) 7. Genesa/Keterdapatan : Terdapat pada daerah pembentukan batuan beku dan metamorf 8. Manfaat : Konstruksi, koleksi dan instrumen saintifik 9. Foto Mineral : Deskripsi :
Halooooo Teman-Teman..... Kali ini blog saya ini akan banyak menjelaskan apa sih Genesa Bahan Galian itu.... Nah Genesa Bahan Galian itu merupakan ilmu yang dimiliki dan dipelajari oleh Teknik Kebumian, termasuk di dalamnya Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Geofisika, dan Teknik Geokimia. Genesa Bahan Galian ilmu yang menerapkan suatu proses dimana terbentuknya bahan galian berupa mineral logam dan mineral berharga lainnya. Keterdapatan suatu mineral dialokasi atau wilayah dalam proses gejala geologi yang memiliki mineral atau bahan Galian. Nah sebelum ke Genesa Bahan Galian kita harus tahu Geologi Dasar, Kristalografi dan Mineral igi, serta Petrologi..... Teman teman pasti tahu kan?..... Selalu kunjungi blog ini ya agar menambah pengetahuan Genesa Bahan Galian....😁