Porositas dan Penyerapan (Sorption) metana
1.
Adsorpsi metana pada batubara
merupakan kegiatan pemisahan bahan dari campuran gas atau cair, batubara
merupakan adsorben yang dikenal sebagai karbon aktif. Dimana batubara berasal
dari hasil pembakaran dengan suhu tertentu untuk menghasilkan karbon dengan
ukuran partikel tertentu. Dalam kondisi teradsorpsi metana menempel secara
fisik pada permukaan micropores
(onto) serta sebagian besar saja metana dalam batubara teradsorpsi secara
fisika. Proses adsorpsi metana ini dalam permukaan micropores terjadi dalam
satu lapis (simgle layer), sehingga
dalam pemodelan adsorpsinya mengikuti persamaan Langmuir.
Pada hal itu kapasitas adsorpsi
sangat tergantung dari komposisi gas gas yang ada. Karena bentuk molekulnya,
gas CO2 lebih mudah teradsorpsi dari metana. Pada intinya proses adsorpsi
metana pada batubara untuk melepaskan gas metana, dapat kita lihat pada proses
pembentukan batubara dimana metana tidak kompetitif dengan air, beserta gas
metana biogenik. Sehingga tekanan hidrostatik rendah yang mengakibatkan metana
pada batubara akan lepas.
Proses fisika yang mempengaruhi
adsorpsi metana pada batubara ialah adanya aktivitas secara fisis, dimana
mengembangnya struktur pori
dan memperbesar luas permukaan karbon aktif dengan heat treatment pada temperatur 800-1000oC dengan mengalirkan steam atau CO2 (Manocha, Satish. M, 2003).
Hasil dari faktor itu ialah laju aliran kalor, laju aliran innert gas, temperature proses, activating agent, dan lama proses aktivasi.

2.
Adsorpsi metana pada batubara
dipengaruhi oleh kandungan mineral dan air. Pengaruh pertama berasal dari
mineral, dimana mineral berupa abu hasil pembakaran. Material masif yang
mempunyai pori-pori jauh lebih sedikit dibanding material organik dan material non-adsorben
bagi gas-gas metana batubara akan memberi pengaruh bila memiliki kandungan
lebih banyak dalam batubara. Bahan organik (yang mempunyai luas permukaan cukup
besar sekaligus material adsorben gas-gas) akan berkurang karena adanya mineral
dan material. Dampaknya kapasitas serap dan kandungan gas metana dalam batubara
tersebut semakin kecil.

Pengaruh berikutnya ialah air,
dimana air akan lebih mudah diserap permukaan batubara. Sehingga kapasitas
serap terpengaruh berdasarkan kedalaman lapisan. Dimana kandungan air akan
berkurang dengan bertambahnya kedalaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar